Baitul Maqdis adalah nama yang diberikan oleh umat Islam untuk kota suci Yerusalem, yang terletak di Palestina. Kota ini memiliki kedudukan penting dalam sejarah dan ajaran Islam, karena di sini terdapat Masjid Al-Aqsa, yang merupakan kiblat pertama dan tempat berlangsungnya peristiwa Isra' Mi'raj.
Selain itu, Baitul Maqdis juga menjadi titik pertemuan antara agama-agama samawi, yaitu Yahudi, Nasrani, dan Islam, yang semuanya menghormati kota ini sebagai tempat suci.
Baitul Maqdis dalam Al-Quran
Baitul Maqdis disebutkan dalam Al-Quran sebanyak 17 kali,
dengan berbagai nama, seperti Baitul Maqdis, Baitul Muqaddas, Baitullah, Baitul
Muharram, dan Al-Masjid Al-Aqsha. Nama-nama ini menunjukkan bahwa kota ini
adalah tempat yang disucikan, dimuliakan, dan diberkahi oleh Allah SWT.
Beberapa ayat yang menyebutkan Baitul Maqdis antara lain:
Surat Al-Isra ayat 1
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Surat Al-Baqarah ayat 127
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Surat Al-Maidah ayat 21
Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditetapkan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik mundur, karena kamu menjadi orang-orang yang merugi.
Dari ayat-ayat tersebut, kita dapat mengetahui bahwa Baitul Maqdis adalah tempat yang dipilih Allah SWT untuk menjadi tempat ibadah dan berkah bagi umat-Nya. Baitul Maqdis juga merupakan tanah warisan yang diberikan Allah SWT kepada Bani Israil, yang kemudian diwarisi oleh umat Muhammad SAW.
Baitul Maqdis dalam Sejarah Islam
Baitul Maqdis memiliki peran penting dalam sejarah Islam, karena di sini terjadi beberapa peristiwa besar yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW dan para nabi sebelumnya. Beberapa peristiwa tersebut antara lain:
P embangunan Masjid Al-Aqsa
Menurut sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dzar al-Ghifari, Masjid Al-Aqsa dibangun sekitar 40 tahun setelah Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim AS. Pembangunan Masjid Al-Aqsa dilakukan oleh para nabi dan rasul yang diutus Allah SWT ke Baitul Maqdis, seperti Nabi Sulaiman AS, Nabi Daud AS, Nabi Zakaria AS, dan Nabi Isa AS.
Peristiwa Isra' Mi'raj
Pada malam 27 Rajab tahun ke-10
kenabian, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram di
Makkah ke Masjid Al-Aqsa di Baitul Maqdis, yang disebut sebagai Isra'. Di sana,
beliau menjadi imam shalat bagi para nabi dan rasul yang telah wafat. Kemudian,
beliau dinaikkan ke langit untuk bertemu dengan Allah SWT, yang disebut sebagai
Mi'raj. Di perjalanan ini, beliau mendapatkan berbagai wahyu dan mukjizat,
termasuk perintah untuk melaksanakan shalat lima waktu sehari.
Pembebasan Baitul Maqdis
Pada tahun 15 H, Khalifah Umar
bin Khattab RA berhasil membebaskan Baitul Maqdis dari kekuasaan Romawi Timur,
yang telah menduduki kota ini selama berabad-abad. Beliau memasuki kota ini
dengan penuh kerendahan hati dan kesopanan, dan memberikan perlindungan kepada
penduduknya, baik Muslim maupun non-Muslim. Beliau juga membersihkan Masjid
Al-Aqsa dari berbagai kotoran dan penyembahan berhala, dan membangun sebuah
masjid sederhana di sana.
Baitul Maqdis dan Makna Bagi Umat Islam
Baitul Maqdis adalah kota yang memiliki makna dan nilai yang tinggi bagi umat Islam. Kota ini bukan hanya tempat suci yang menjadi saksi sejarah dan peradaban Islam, tetapi juga tempat yang mengandung berbagai hikmah dan pelajaran bagi umat ini. Beberapa makna dan nilai yang dapat kita petik dari Baitul Maqdis antara lain:
Baitul Maqdis adalah tempat yang menghubungkan antara dunia dan akhirat, antara manusia dan Allah SWT.
Di sini, kita dapat merasakan keagungan dan kekuasaan Allah SWT, yang telah menciptakan alam semesta dan segala isinya. Di sini, kita dapat mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW, yang telah mendapatkan pengalaman spiritual yang luar biasa dalam peristiwa Isra' Mi'raj. Di sini, kita dapat beribadah dan berdoa dengan penuh khusyuk dan harap, karena Allah SWT telah memberkahi kota ini dengan rahmat dan ampunan-Nya.
Baitul Maqdis adalah tempat yang mengajarkan kita tentang toleransi dan persaudaraan, antara umat Islam dan umat beragama lainnya.
Di
sini, kita dapat melihat bahwa kota ini adalah milik bersama dari agama-agama
samawi, yang semuanya menghormati dan menghargai kota ini sebagai tempat suci.
Di sini, kita dapat meneladani sikap Khalifah Umar bin Khattab RA, yang telah
memperlakukan penduduk Baitul Maqdis dengan adil dan bijaksana, tanpa
membeda-bedakan agama dan ras. Di sini, kita dapat berdialog dan berinteraksi
dengan umat beragama lainnya dengan penuh hormat dan saling menghargai, tanpa
harus mengorbankan identitas dan keyakinan kita sebagai umat Islam.
Baitul Maqdis adalah tempat yang menginspirasi kita untuk berjuang dan berkorban, demi menjaga kehormatan dan kedaulatan kota ini dari segala bentuk penjajahan dan penindasan.
Di sini, kita dapat menyaksikan bahwa
kota ini adalah saksi bisu dari berbagai pergolakan dan konflik yang terjadi
sepanjang sejarah, yang telah merenggut nyawa dan harta benda dari banyak
orang. Di sini, kita dapat menghargai perjuangan dan pengorbanan dari para
mujahid dan syuhada yang telah gugur di medan laga, demi mempertahankan kota
ini dari tangan-tangan zalim. Di sini, kita dapat menyatakan solidaritas dan
dukungan kita kepada rakyat Palestina, yang terus berjuang dan bersabar
menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan, demi meraih kemerdekaan dan
kedamaian di tanah air mereka.
Demikianlah artikel yang saya buat tentang Rasulullah dan
Baitul Maqdis. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang
kota suci ini. Aamiin.

Tidak ada komentar
Posting Komentar