Arabia pra-Islam adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan jazirah Arabia sebelum munculnya Islam pada abad ke-7 Masehi. Jazirah ini dihuni oleh bangsa Arab, salah satu dari rumpun bangsa Semit, yang memiliki berbagai macam suku, bahasa, dan budaya. 

Sejarah Islam 001


Geografi dan Budaya Arab

Arabia pra-Islam memiliki iklim yang sangat panas, kering, dan sedikit hujan. Sungai-sungai hanya terdapat di bagian selatan jazirah, seperti Nehar Sirri dan Nehar Khaybar. Kebudayaan masyarakat Arab pra-Islam dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti agama-agama lain yang berkembang di wilayah tersebut, seperti Kristen (Nashara), Yahudi (Taima), Zoroaster (Majusi), dan monoteisme Ibrahim (Din al-Hanafiyah). ¹ Mereka juga memiliki tradisi-tradisi unik, seperti khitan (berkhitan), bersedekah (zakat), mandi junub (haji), dan laiknya ajaran Islam.

Sistem Sosial dan Politik

Masyarakat Arab pra-Islam hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang disebut kabilah. Masing-masing kabilah hanya akan mendukung anggotanya dalam hal perdagangan, pertanian, atau perang. Perang antarkabilah menjadi hal yang lazim dalam masyarakat Arab pra-Islam. Perdamaian antarkabilah hanya terjadi ketika pihak yang terlibat peperangan saling menyetujui perjanjian perdamaian. Kabilah-kabilah tersebut memiliki struktur sosial yang berbeda-beda, mulai dari kabilah besar hingga kabilah kecil. Kabilah besar biasanya memiliki wilayah wilayah yang luas dan kuasa politik yang kuat. Kabilah kecil biasanya memiliki wilayah wilayah yang sempit dan kuasa politik yang lemah. Beberapa contoh kabilah besar adalah Bani Asad bin Khuzaimah, Bani Aus bin Aus bin Nizar bin Qays bin Nizar bin Qays bin Nizar bin Qays bin Nizar bin Qays bin Nizar bin Qays bin Nizar bin Qays bin Nizar bin Qays bin Nizar bin Qays bin Nizar bin Qays , Bani Ghatafan , Bani Tamim , Bani Umayyah , Bani Hashim , Bani Abbas , Bani Umayyah , Bani Hashim , Bani Abbas , Bani Umayyah , Bani Hashim , Bani Abbas , Bani Umayyah , Bani Hashim , Bani Abbas . Kabilah-kabilah tersebut juga memiliki sistem pemerintahan sendiri-sendiri, seperti penguasa pusat (shuruh al-mu'taqin) atau penguasa daerah (shuruh al-mu'taqin). Penguasa pusat bertugas mengatur urusan umum negara atau kabilahan tersebut, sedangkan penguasa daerah bertugas mengatur urusan lokal negara atau kabilahan tersebut. 

Agama-agama Pra-Islam

Masyarakat Arab pra-Islam memiliki kepercayaan-kepercayaan yang beragam sebelum munculnya Islam pada abad ke-7 Masehi. Sebagian besar mereka adalah penyembuh berhala (shabihin), yaitu orang-orang yang mempercayai adanya roh-roh halus atau makhluk-makhluk gaib lainnya yang dapat memberikan manfaat atau bencana kepada manusia. Mereka juga melakukan ritual-ritual tertentu untuk memohon perlindungan atau keselamatan dari roh-roh halus tersebut, seperti membaca doa-doa tertentu (du'as), membawa barang-barang tertentu (tawil), melakukan persembahan-persembahan tertentu (tawaf), melakukan pengorbanan-pengorbanan tertentu (qurb), atau melakukan perjalanan-perjalanan tertentu (sabr).

Selain penyembuh berhala, ada juga sebagian kecil masyarakat Arab pra-Islam yang menganut agama-agama lain, seperti:

  • Kristen (Nashara): Agama yang didasarkan pada ajaran Nabi Isa bin Maryam, yang dianggap sebagai putra Allah oleh pengikutnya. Mereka percaya bahwa Isa adalah Mesias yang dijanjikan dalam kitab-kitab suci Yahudi, dan bahwa ia telah mati dan bangkit kembali untuk menebus dosa-dosa manusia. Mereka juga mengikuti ajaran-ajaran para rasul Isa, seperti Petrus, Paulus, dan Yohanes. Beberapa kabilah Arab yang menganut Kristen adalah Bani Taghlib, Bani Tanukh, Bani Ghassan, dan Bani Lakhm. 
  • Yahudi (Taima): Agama yang didasarkan pada ajaran Nabi Musa bin Imran, yang dianggap sebagai utusan Allah yang membawa hukum-hukum Allah (Taurat) kepada Bani Israil. Mereka percaya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah, dan bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah. Mereka juga mengikuti ajaran-ajaran para nabi dan imam-imam Yahudi, seperti Daud, Sulaiman, Harun, dan Zakharia. Beberapa kabilah Arab yang menganut Yahudi adalah Bani Quraizah, Bani Nadhir, Bani Qainuqa, dan Bani Khaybar. 
  • Zoroaster (Majusi): Agama yang didasarkan pada ajaran Nabi Zarathustra, yang dianggap sebagai pembawa pesan dari Ahura Mazda, yaitu Tuhan yang menciptakan alam semesta. Mereka percaya bahwa alam semesta terdiri dari dua kekuatan yang saling bertentangan, yaitu kebaikan (Ahura Mazda) dan kejahatan (Angra Mainyu). Mereka juga mengikuti ajaran-ajaran para magi (pendeta Zoroaster), seperti Jamasp, Vishtaspa, dan Frashostar. Beberapa kabilah Arab yang menganut Zoroaster adalah Bani Bakr, Bani Tamim, dan Bani Hanzalah. 
  • Monoteisme Ibrahim (Din al-Hanafiyah): Agama yang didasarkan pada ajaran Nabi Ibrahim bin Azar, yang dianggap sebagai bapak para nabi dan rasul. Mereka percaya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah, dan bahwa Ibrahim adalah teladan bagi manusia dalam beribadah kepada Allah. Mereka juga mengikuti ajaran-ajaran para nabi dan rasul yang berasal dari keturunan Ibrahim, seperti Ismail, Ishaq, Yaqub, Yusuf, dan lain-lain. Beberapa kabilah Arab yang menganut monoteisme Ibrahim adalah Bani Jurhum, Bani Kinanah, dan Bani Quraish. 

Demikianlah artikel yang kami buat tentang dunia Arab pra-Islam. Semoga artikel ini dapat memberikan gambaran umum tentang keadaan jazirah Arabia sebelum munculnya Islam. untuk melanjutkan Baca Juga : Kelahiran dan Wahyu Pertama Nabi Muhammad SAW