Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam sejarah umat manusia. Ia adalah utusan Allah SWT yang membawa risalah Islam, agama yang sempurna dan rahmat bagi seluruh alam. Namun, sebelum menerima wahyu pertama dari Allah SWT, Nabi Muhammad SAW telah menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan, cobaan, dan keajaiban. Bagaimana kisah kelahiran, keadaan masyarakat, dan kehidupan awal Nabi Muhammad SAW? Simak ulasan berikut ini.

Kisah Nabi Muhammad SAW

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW lahir pada tahun 570 Masehi di kota Makkah, Arab Saudi. Ia adalah anak dari Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab, dua orang yang berasal dari kabilah Quraisy, kabilah yang paling terhormat di Arab. Nama Muhammad berarti "yang terpuji" atau "yang terpuji banyak". Nama ini diberikan oleh kakeknya, Abdul Muthalib, yang sangat mencintai cucunya itu.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW disertai dengan berbagai kejadian ajaib yang menandakan bahwa ia adalah orang yang istimewa. Beberapa kejadian ajaib tersebut antara lain adalah:

  • Api penyembahan orang Persia padam setelah 1000 tahun menyala.
  • Istana Kisra, raja Persia, retak dan 14 menara runtuh.
  • Danau Sawah, danau suci orang Persia, mengering.
  • Gereja di Syam runtuh.
  • Bintang-bintang berjatuhan dari langit.
  • Seekor unta betina melahirkan seekor anak unta jantan yang berwarna putih.
  • Seekor gajah raksasa yang dikirim oleh raja Abesinia untuk menghancurkan Ka'bah berhenti dan tidak mau maju lagi.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW juga disambut dengan sukacita oleh para malaikat, jin, dan makhluk lainnya yang mengetahui bahwa ia adalah nabi terakhir yang akan membawa hidayah Allah SWT kepada umat manusia.

Keadaan Masyarakat Arab Pra-Wahyu

Masyarakat Arab pra-wahyu adalah masyarakat yang hidup dalam kegelapan dan kejahilan. Mereka tidak mengenal Allah SWT sebagai Tuhan yang satu dan berhak disembah. Mereka menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri dari kayu, batu, logam, atau kain. Mereka juga melakukan berbagai perbuatan dosa dan kekejian, seperti:

Baca Juga : Melihat Dunia Arab Pra-Islam

  • Minum khamr (minuman keras) dan berjudi.
  • Berzina, berbuat cabul, dan berhubungan seks dengan wanita yang bukan mahramnya.
  • Membunuh anak-anak perempuan yang baru lahir karena dianggap aib dan beban.
  • Memperbudak orang-orang lemah dan miskin.
  • Berperang dan membunuh sesama Arab karena masalah kesukuan, kehormatan, atau harta.
  • Menyakiti dan menganiaya orang-orang yang berbeda agama atau keyakinan dengan mereka.

Masyarakat Arab pra-wahyu juga tidak memiliki sistem hukum yang adil dan bermoral. Mereka mengikuti hukum rimba, yaitu hukum yang mengutamakan kekuatan dan kekerasan. Mereka tidak menghormati hak-hak orang lain, terutama orang-orang yang lemah, miskin, yatim, dan wanita. Mereka juga tidak memiliki rasa malu, sopan, dan hormat.

Masyarakat Arab pra-wahyu juga tidak memiliki kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka hidup dalam kebodohan dan ketertinggalan. Mereka tidak mengenal tulisan, angka, peta, jam, kalender, atau alat-alat ukur. Mereka hanya mengandalkan pengalaman, tradisi, dan mitos. Mereka juga tidak memiliki karya-karya sastra, seni, atau budaya yang berharga.

Kehidupan Awal Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Arab pra-wahyu yang penuh dengan kegelapan dan kejahilan. Namun, ia tidak terpengaruh oleh lingkungan yang buruk tersebut. Ia memiliki sifat-sifat yang mulia, seperti:

  • Jujur, amanah, dan dapat dipercaya. Ia dikenal dengan julukan al-Amin (yang dapat dipercaya) oleh masyarakat Makkah. Ia tidak pernah berbohong, menipu, atau mengkhianati orang lain.
  • Sopan, santun, dan berakhlak. Ia selalu menghormati orang tua, guru, tetangga, dan orang-orang yang lebih tua darinya. Ia juga selalu berbuat baik kepada orang-orang yang lemah, miskin, yatim, dan wanita. Ia tidak pernah bersikap kasar, sombong, atau angkuh.
  • Bersih, rapi, dan wangi. Ia selalu menjaga kebersihan diri, pakaian, dan tempat tinggalnya. Ia juga selalu memakai wewangian yang harum dan menyenangkan.
  • Pintar, cerdas, dan berwawasan. Ia memiliki daya ingat yang kuat dan kemampuan berpikir yang tajam. Ia juga memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai hal, seperti agama, sejarah, geografi, politik, ekonomi, dan budaya.
  • Berani, tangguh, dan berjiwa besar. Ia tidak pernah takut menghadapi tantangan, bahaya, atau musuh. Ia juga tidak pernah menyerah atau putus asa dalam menghadapi cobaan, kesulitan, atau penderitaan. Ia selalu optimis dan berharap kepada Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW juga memiliki kehidupan yang sederhana dan zuhud. Ia tidak tergoda oleh harta, tahta, atau wanita. Ia tidak pernah menyembah berhala, minum khamr, berjudi, berzina, atau berbuat dosa. Ia juga tidak pernah berperang, membunuh, atau menyakiti orang lain. Ia selalu mencari ketenangan dan kedekatan dengan Allah SWT dengan beribadah, berdoa, dan bertafakur.

Nabi Muhammad SAW juga memiliki kehidupan yang produktif dan bermanfaat. Ia bekerja sebagai pedagang yang jujur, adil, dan sukses. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial yang positif, seperti membantu orang-orang yang membutuhkan, menyelesaikan perselisihan, dan menegakkan keadilan. Ia juga menjadi panutan dan teladan bagi orang-orang di sekitarnya.

Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang luar biasa dan istimewa. Ia adalah nabi terakhir yang akan membawa cahaya dan hidayah Allah SWT kepada umat manusia. Ia adalah rahmat bagi seluruh alam. Ia adalah uswatun hasanah (contoh yang baik) bagi kita semua. Semoga kita dapat mengikuti jejak dan sunnahnya. Amin.