Jin adalah makhluk halus yang diciptakan oleh Allah SWT sebelum manusia. Jin berasal dari kata janna yang berarti menyembunyikan atau merahasiakan. Jin tidak bisa dilihat oleh manusia secara kasat mata, kecuali oleh orang-orang yang memiliki keistimewaan atau karomah.
Jin juga bisa menampakkan diri dalam berbagai bentuk, seperti manusia, binatang, atau benda-benda lainnya.
Bagaimana Cara Melihat Jin?
Pada dasarnya, manusia tidak bisa melihat jin dalam bentuk asli mereka. Hanya Allah SWT yang mengetahui rahasia makhluk-Nya. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh manusia untuk melihat jin, yaitu:
Dengan bantuan jin itu sendiri
Jin bisa menampakkan diri kepada manusia dengan izin Allah SWT, baik dalam bentuk yang menakutkan maupun yang menarik. Jin bisa menipu manusia dengan menyerupai orang-orang yang dicintai, atau binatang-binatang yang lucu. Jin juga bisa menawarkan bantuan atau kerjasama kepada manusia, dengan syarat tertentu. Namun, hal ini sangat berbahaya, karena jin bisa mengkhianati manusia dan membawa mereka kepada kesesatan. Allah SWT berfirman:
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
"Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan." (Qs. Al-Jinn: 6)
Dengan bantuan ilmu gaib
Ilmu gaib adalah ilmu yang tidak bisa diperoleh dengan akal atau ilmu pengetahuan biasa. Ilmu gaib bisa berupa mantra, jampi, rajah, atau benda-benda bertuah yang bisa membuka mata batin manusia. Dengan ilmu gaib, manusia bisa melihat jin atau makhluk halus lainnya. Namun, ilmu gaib juga sangat berbahaya, karena bisa mengandung syirik atau perbuatan yang menyekutukan Allah SWT. Allah SWT berfirman:
وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَافِهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا
"Dan sesungguhnya dia (Iblis) dahulu menyatakan kepada pengikut-pengikutnya: 'Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab atasmu.'" (Qs. Al-Hasyr: 16)
Dengan bantuan Allah SWT
Allah SWT adalah Dzat yang Maha Mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata. Allah SWT bisa memberikan karomah atau keistimewaan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Dengan karomah, manusia bisa melihat jin atau makhluk halus lainnya dengan izin Allah SWT. Karomah adalah anugerah yang tidak bisa diminta atau dicari, tetapi diberikan oleh Allah SWT kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Karomah adalah bukti kecintaan dan perlindungan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Allah SWT berfirman:
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ
"Dan tidaklah mungkin bagi seorang manusia bahwa Allah berkata-kata dengan dia, kecuali dengan perantaraan wahyu, atau dari belakang tabir, atau dengan mengutus seorang rasul lalu dengan seizin-Nya diberinya wahyu kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana." (Qs. Asy-Syura: 51)
Bagaimana Cara Berlindung dari Gangguan Jin?
Jin adalah makhluk yang memiliki kehendak dan akal, seperti manusia. Jin bisa berbuat baik atau buruk, tergantung pada pilihan mereka. Jin yang berbuat buruk bisa mengganggu manusia dengan berbagai cara, seperti menggoda, menggangu, menakut-nakuti, atau merasuki. Jin juga bisa menyebabkan penyakit, kesialan, atau kemalangan bagi manusia. Oleh karena itu, manusia harus berlindung dari jin dengan cara-cara berikut:
Dengan beriman dan bertakwa kepada Allah SWT
Iman dan takwa adalah benteng terkuat bagi manusia dari segala gangguan jin. Dengan iman dan takwa, manusia akan selalu ingat dan berserah diri kepada Allah SWT, yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dengan iman dan takwa, manusia akan menjauhi segala perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah SWT, seperti syirik, bid'ah, maksiat, atau dosa. Dengan iman dan takwa, manusia akan selalu berdoa dan memohon perlindungan Allah SWT dari segala kejahatan. Allah SWT berfirman:
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
"Dan jika ada godaan syaitan yang mengganggumu, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya, Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Qs. Fushshilat: 36)
Dengan membaca ayat-ayat Al-Quran dan dzikir-dzikir yang disyari'atkan
Al-Quran adalah firman Allah SWT yang merupakan obat dan penawar bagi segala penyakit hati dan badan. Dengan membaca ayat-ayat Al-Quran, manusia akan mendapatkan cahaya dan petunjuk dari Allah SWT.
Dengan membaca ayat-ayat Al-Quran, manusia akan mendapatkan perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT. Diantara ayat-ayat Al-Quran yang bisa dibaca untuk berlindung dari jin adalah surat Al-Falaq, surat An-Nas, surat Al-Ikhlas, surat Al-Baqarah, ayat kursi, dan ayat al-kursi. Dzikir-dzikir yang disyari'atkan adalah ucapan-ucapan yang mengingat dan memuji Allah SWT, seperti bismillah, la ilaha illallah, subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar, astaghfirullah, dan lain-lain.
Dengan membaca dzikir-dzikir ini, manusia akan mendapatkan ketenangan dan kekuatan dari Allah SWT. Dengan membaca dzikir-dzikir ini, manusia akan menjauhkan diri dari bisikan dan godaan syaitan. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَالَ حِينَ يُمْسِي وَحِينَ يُصْبِحُ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ سَبْعَ مَرَّاتٍ كَفَاهُ اللَّهُ مَا أَهَمَّهُ مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
"Barangsiapa yang mengucapkan ketika petang dan pagi hari: 'Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan Arsy yang Agung' sebanyak tujuh kali, maka Allah akan mencukupkan keperluannya dari urusan dunia dan akhirat." (HR. Abu Dawud)
Dengan menjaga adab dan etika dalam berinteraksi dengan jin.
Jin adalah makhluk yang memiliki hak dan kewajiban, seperti manusia. Jin juga memiliki perasaan dan akhlak, seperti manusia. Oleh karena itu, manusia harus menghormati dan menghargai jin, sebagaimana mereka ingin dihormati dan dihargai oleh jin.
Manusia tidak boleh mengganggu, menyakiti, atau menzalimi jin, sebagaimana mereka tidak ingin diganggu, disakiti, atau dizalimi oleh jin. Manusia juga tidak boleh memasuki tempat-tempat yang menjadi habitat atau sarang jin, seperti kuburan, gua, hutan, atau tempat-tempat yang gelap dan sepi, tanpa izin dan doa.
Baca Juga : Tanda di Rasuki Jin Menurut Islam
Manusia juga tidak boleh mengotori atau merusak tempat-tempat tersebut, sebagaimana mereka tidak ingin tempat-tempat mereka dikotori atau dirusak oleh jin. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
"Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan atas segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh, maka hendaklah kalian memperbaiki pembunuhan itu. Dan jika kalian menyembelih, maka hendaklah kalian memperbaiki penyembelihan itu. Dan hendaklah salah seorang di antara kalian menyamarkan pisau (sembelih)nya dan hendaklah dia menenangkan binatang yang disembelihnya." (HR. Muslim)
Demikianlah artikel yang kami buat tentang ilmu melihat jin dalam Islam. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita. Wallahu a'lam bish-shawab.

Tidak ada komentar
Posting Komentar