Terdapat beberapa tanda atau gejala yang dapat menunjukkan bahwa seseorang telah dirasuki oleh jin, baik pada saat tidur maupun pada saat terjaga. Berikut adalah beberapa tanda tersebut, beserta dalil-dalilnya dari Al-Quran dan hadits:

Syetan dan Jin part 2


Tanda jin masuk pada waktu tidur

  • Mimpi melihat orang aneh, misalnya tinggi sekali, pendek sekali, atau hitam sekali. Ini menunjukkan bahwa jin telah memasuki alam mimpi manusia dan menampakkan diri dalam bentuk yang menakutkan atau menggoda. Rasulullah SAW bersabda:

 إِنَّ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةَ مِنَ اللَّهِ وَالْحُلْمَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِذَا حَلَمَ أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْهُ وَلْيَبْصُطْ فِي وَجْهِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُصَلِّ

"Sesungguhnya mimpi yang baik itu dari Allah, dan mimpi buruk itu dari syaitan. Maka apabila salah seorang di antara kalian bermimpi sesuatu yang tidak disukainya, hendaklah ia berlindung kepada Allah dari mimpi itu dan meludah ke kiri sebanyak tiga kali, kemudian berwudhu dan shalat." (HR. Bukhari no. 5749 dan Muslim no. 2261)

  • Mimpi berhubungan badan dengan seseorang, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Ini menunjukkan bahwa jin telah menggoda manusia dengan nafsu syahwat dan berusaha untuk menikahinya secara ghaib. Rasulullah SAW bersabda:

 إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ


"Sesungguhnya syaitan itu mengalir dalam tubuh manusia seperti darah mengalir." (HR. Bukhari no. 1933 dan Muslim no. 2174)

Tanda jin masuk pada waktu terjaga

  • Selalu pusing yang tidak disebabkan oleh penyakit, pada kedua mata, kedua telinga, hidung, gigi, tenggorokan, atau lambung. Ini menunjukkan bahwa jin telah menempati salah satu organ tubuh manusia dan mengganggu fungsinya. Rasulullah SAW bersabda:

 إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْخُرُ فِي أُذُنِ الْإِنْسَانِ


"Sesungguhnya syaitan itu menggigit telinga manusia." (HR. Ahmad no. 16869 dan dishahihkan oleh Syuaib al-Arnauth)

  • Selalu berpaling dari dzikir, shalat, dan ketaatan lainnya. Ini menunjukkan bahwa jin telah menguasai hati manusia dan menjauhkannya dari Allah SWT. Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ


"Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan (Al-Quran) Yang Maha Pemurah, Kami adakan baginya syaitan yang menjadi teman yang selalu menyesatkannya." (QS. Az-Zukhruf: 36)

  • Terjadi batuk, berpeluh-peluh, terasa mual, jantung berdegup kencang, terasa debar-debar, ada benda bergerak-gerak di bawah kulit, sendawa, mengantuk, pening, dan menguap. Ini menunjukkan bahwa jin telah berdiam di tubuh manusia dan berusaha untuk keluar atau bertahan. Rasulullah SAW bersabda:

 إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ

"Sesungguhnya syaitan itu mengalir dalam tubuh manusia seperti darah mengalir." (HR. Bukhari no. 1933 dan Muslim no. 2174)

Cara mengobati dan mencegah dirasuki jin

Jika seseorang mengalami tanda-tanda dirasuki jin, maka ia harus segera berobat dengan cara-cara yang sesuai dengan syariat Islam, yaitu:

  • Berdoa dan beristighfar kepada Allah SWT, memohon perlindungan dan kesembuhan dari-Nya. Allah SWT berfirman:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

"Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku." (QS. Asy-Syu'ara: 80)

  • Membaca ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan jin, seperti surat Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlas, Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan sebagainya. Rasulullah SAW bersabda:

اقْرَأُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

"Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya." (HR. Muslim no. 804)

  • Menggunakan air yang telah dibacakan ayat-ayat Al-Quran untuk mandi, minum, atau menyemprotkan ke tempat-tempat yang dicurigai ada jin. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ شَيْءٍ أَنْفَعَ لِلْبَلَاءِ مِنَ الْمَاءِ

"Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat untuk mengobati penyakit selain air." (HR. Ibnu Majah no. 3458 dan dishahihkan oleh al-Albani)

  • Menggunakan minyak zaitun yang telah dibacakan ayat-ayat Al-Quran untuk mengusap tubuh, terutama bagian yang sakit atau terasa ada jin. Rasulullah SAW bersabda:

كُلُوا الزَّيْتَ وَادَّهِنُوا بِهِ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ

"Makanlah minyak zaitun dan gunakanlah untuk mengusap tubuh, karena sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi." (HR. Tirmidzi no. 1851 dan dishahihkan oleh al-Albani)

  • Menggunakan kurma ajwa yang telah dibacakan ayat-ayat Al-Quran untuk dimakan, terutama pada pagi hari. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ مِنْ عَجْوَةٍ لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ


"Barangsiapa yang memakan tujuh butir kurma ajwa setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan membahayakannya pada hari itu." (HR. Bukhari no. 5769 dan Muslim no. 2047)

  • Menghindari tempat-tempat yang menjadi sarang jin, seperti kuburan, tempat gelap, tempat kotor, tempat sepi, dan sebagainya. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ هَذِهِ الْقُبُورَ مَمْلُوءَةٌ بِالظُّلُمَةِ عَلَى أَهْلِهَا فَإِذَا كُنْتُمْ مُسْتَطِيعِينَ أَنْ لَا تُظْلِمُوا أَهْلَهَا فَلَا تُظْلِمُوهُمْ

"Sesungguhnya kuburan-kuburan ini penuh dengan kegelapan bagi penghuninya. Maka jika kalian mampu untuk tidak menggelapkan penghuninya, maka janganlah kalian menggelapkan mereka." (HR. Tirmidzi no. 1055 dan dishahihkan oleh al-Albani)

  • Menjaga adab-adab ketika masuk dan keluar kamar mandi, seperti membaca doa, menutup pintu, dan tidak berbicara. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ

"Apabila salah seorang di antara kalian masuk ke kamar mandi, hendaklah ia mengucapkan: 'Dengan nama Allah, ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syaitan-syaitan yang jahat.'" (HR. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375)

  • Mengobati diri dengan ruqyah syar'iyyah, yaitu membacakan ayat-ayat Al-Quran atau doa-doa yang shahih atas diri sendiri atau orang lain yang dirasuki jin, dengan niat menyembuhkan dan mengusir jin tersebut. Rasulullah SAW bersabda:

لَا بَأْسَ بِالرُّقْيَةِ مَا لَمْ تَكُنْ شِرْكًا


"Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik." (HR. Muslim no. 2200)