Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT dari tanah liat. Beliau adalah nabi pertama yang diutus oleh Allah SWT untuk mengajarkan agama tauhid kepada anak cucunya, yaitu Siti Hawa AS. Beliau juga adalah khalifah pertama di bumi yang dimaklumkan oleh Allah SWT untuk menjaga dan memelihara ciptaan-Nya. Kisah Nabi Adam AS mengandung banyak pelajaran berharga bagi umat Islam, seperti nilai ketaatan, keimanan, kejujuran, kesabaran, dan kebaikan.

Kisah nabi adam


Penciptaan Nabi Adam AS

Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS dari tanah liat yang baik. Wujud Nabi Adam AS yang belum diberi ruh kemudian didiamkan tergeletak selama 40 malam. Iblis selalu mendatanginya dan memukulnya dengan kaki, maka tubuh Nabi Adam AS mengeluarkan suara (seperti suara tembikar yang dipukul). Allah SWT kemudian memberi ruh kepada Nabi Adam AS dan menyebutkannya dengan nama "Adam", yang berarti "orang pertama". Allah SWT juga memberi nama-nama benda kepada Nabi Adam AS, seperti matahari, bulan, bintang-bintang, langit, laut, gunung-gunung, hutan-hutan, tumbuhan-tumbuhan, binatang-binatang.

Ketetapan Allah kepada Malaikat

Allah SWT memberitahukan kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan manusia (Adam) sebagai khalifah di bumi. Para malaikat bertanya kepada Allah SWT: 

"Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi orang yang akan membuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" 

Allah SWT menjawab: 

"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." [QS Al-Baqarah: 30]. 

Allah SWT kemudian mengajarkan kepada Nabi Adam AS nama-nama segala sesuatu, lalu memerintahkan para malaikat untuk menyebutkan nama-nama itu jika mereka mengetahuinya. Para malaikat mengaku tidak mengetahui apa-apa selain apa yang telah diajarkan Allah SWT kepada mereka. Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Adam AS untuk menyebutkan nama-nama itu kepada para malaikat. Para malaikat pun mengakui kebenaran ilmu Allah SWT dan keutamaan Nabi Adam AS.

Perintah Allah dan Pelanggaran Iblis

Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam AS sebagai penghormatan dan pengakuan atas kelebihannya. Semua malaikat bersujud kecuali Iblis yang menolak dan sombong. Iblis menganggap dirinya lebih baik dari Nabi Adam AS karena ia tercipta dari api sedangkan Nabi Adam AS tercipta dari tanah. 

Allah SWT menegur Iblis dan bertanya: 

"Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" 

Iblis menjawab: 

"Aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan dia dari tanah." 

Allah SWT mengutuk Iblis dan mengusirnya dari surga. Iblis memohon kepada Allah SWT agar diberi tangguh sampai hari kiamat. Allah SWT mengabulkan permohonannya. Iblis bersumpah bahwa ia akan menyesatkan anak cucu Nabi Adam AS dari jalan yang lurus. 

Allah SWT berfirman: 

"Sesungguhnya Aku akan mengisi neraka Jahannam denganmu dan dengan semua orang yang mengikutimu." [QS Al-A'raf: 12-18].

Pengusiran dari Surga dan Turun ke Bumi

Allah SWT mengizinkan Nabi Adam AS dan Siti Hawa AS untuk tinggal di surga dan menikmati segala kenikmatannya. Allah SWT hanya melarang mereka untuk mendekati pohon khuldi dan memakan buahnya. Iblis datang kepada Nabi Adam AS dan Siti Hawa AS dengan berpura-pura sebagai penasihat yang baik. Iblis membujuk mereka untuk memakan buah khuldi dengan berdusta bahwa buah itu akan menjadikan mereka abadi dan memiliki kerajaan yang tidak akan binasa. 

Nabi Adam AS dan Siti Hawa AS tertipu oleh rayuan Iblis dan memakan buah khuldi. Maka terbukalah aurat mereka dan mereka merasa malu. Mereka berusaha menutupi aurat mereka dengan daun-daun surga. Allah SWT menegur mereka dan mengingatkan mereka tentang larangan-Nya. Allah SWT kemudian mengampuni mereka setelah mereka bertaubat. Allah SWT juga menurunkan mereka ke bumi sebagai tempat tinggal dan ujian. 

Allah SWT berfirman: 

"Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." [QS Thaha: 123-124].


Pertemuan dengan Siti Hawa AS

Nabi Adam AS dan Siti Hawa AS diturunkan ke bumi di tempat yang berbeda. Nabi Adam AS diturunkan di India, sedangkan Siti Hawa AS diturunkan di Jeddah. Mereka merasa kesepian dan mencari-cari pasangannya. Allah SWT kemudian mengirimkan malaikat Jibril AS untuk menunjukkan jalan kepada mereka. Malaikat Jibril AS membawa Nabi Adam AS ke Arafah, tempat pertemuan antara Nabi Adam AS dan Siti Hawa AS. Mereka pun bersyukur kepada Allah SWT atas pertemuan mereka. Mereka kemudian menetap di Makkah dan membangun Ka'bah sebagai rumah ibadah pertama di bumi.

Kisah Anak Nabi Adam AS dan Siti Hawa AS

Nabi Adam AS dan Siti Hawa AS memiliki banyak anak. Setiap kali Siti Hawa AS hamil, ia melahirkan sepasang anak, laki-laki dan perempuan. Anak-anak mereka menikah dengan saudara kembarnya yang berbeda kelahiran. Anak pertama Nabi Adam AS dan Siti Hawa AS adalah Qabil dan Iqlima. Anak kedua mereka adalah Habil dan Labuda. Anak ketiga mereka adalah Syits dan Azura. Anak keempat mereka adalah Qinan dan Balit. Anak kelima mereka adalah Mahlail dan Baraka. Anak keenam mereka adalah Yarid dan Rasuya. Anak ketujuh mereka adalah Idris dan Aqna. Anak kedelapan mereka adalah Matusyalih dan Edna. Anak kesembilan mereka adalah Lamekh dan Betenos. Anak kesepuluh mereka adalah Nuh dan Na'amah.

Kisah Nabi Adam AS dan Siti Hawa AS adalah kisah yang mengajarkan kita tentang asal-usul manusia, kebesaran Allah SWT, kelemahan manusia, tipu daya Iblis, pentingnya taubat, dan makna hidup di dunia. Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah mereka. Amin.