Sunan Kali Jaga dan Syech Siti Jenar merupakan sama sama tokoh tasawuf yang ajarannya sampai saat ini masih dirasakan. Kedua tokoh tersebut memiliki gaya pandang yang berbeda tentang tasawuf.

Walisongo

Biografi Singkat Sunan Kalijaga

Sunan Kali adalah nama panggilan untuk Sunan Kalijaga. Nama Sunan Kalijaga sangat terkenal dalam babad Tanah Jawi. Nama asli Sunan Kalijaga adalah  Raden Said atau sering disebut Jaka Setiya. Dia merupakan salah satu dari Wali Songo yang sangat populer ajarannya di tanah Jawa. Lahir di Tuban, putra dari Adipati Tuban Tumenggung Wilwatika. Dibesarkan dan selalu belajar. Sunan Kalijaga memiliki sifat yang supel dan mudah bergaul, ini terbukti bahwa Raden Said kecil (Sunan Kalijaga) tak canggung berkumpul dengan rakyat jelata. Beliau sangat peduli dengan rakyat kecil.

Biografi Singkat Syekh Siti Jenar

Syech Siti Jenar yang dikenal dengan banyak nama seperti Syekh Lemma Abang, Syekh Sitibrit, Syekh Jabaranta, Syekh Abdul Jalil, Syekh Kota Ruhun, Susuhunan Kajenal. Nama Syekh Siti Jenar berasal dari kata 'Siddi Jinnar' yang artinya 'Tuhan dengan kekuatan yang berapi-api'. Ia lebih dikenal dengan nama Siti Jenar. Kata Siti berarti lemah atau bersahaja dalam bahasa Jawa dan kata Jenar adalah Kawi yang berarti kuning lemah atau kuning bumi. Kuning dan merah diera tersebut dianggap sama. Syech Siti Jenar merupakan orang yang sangat cerdas dan memiliki ilmu agama yang mumpuni. Syech Siti Jenar tidak dekat dengan kekuasaan pada saat itu Kerajaan Demak Bintaro yang dipimpin oleh Sultan Fatah dan Wali Songo.

Syekh Siti Jenar, ada seorang bernama Pangeran Kebo Kenanga atau Ki Ageng Pengging, yang memandang hakikat kehidupan  manusia di dunia ini sebagai kematian dan menjalani keberadaan manusia di dunia ini. 

Pandangan Tasawuf antara Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar

Pandangan kedua tokoh itu sangat berbeda. Berikut pandangan tasawuf Syech Siti Jenar

  1. Tuhan (yang menciptakan alam semesta) 
  2. Rukun Islam. Syahadat adalah kesaksian batin, Sholat dibagi menjadi dua shalat tarekh dan shalat daim. Sedangkan Puasa yang sebenarnya adalah puasa hakiki. Zakat, merupakan dasar sikap menolong orang lain dari penderitaan dan kekurangan. haji yang dimaksud seperti apa yang dianut Nabi Ibrahim AS.
  3. Hidup dan mati (dunia dianggap alam kematian, dan  yang hidup di dalamnya dianggap mayat)