Mempelajari bagaimana tatanan keyakinan dari tokoh tasawuf dengan penerapan gaya pandang Sunan Kalijaga.
Islam terlahir dengan agama Ramatan Lil Alamin bagi seluruh umat Islam yaitu ajaran dari Nabi terakhir yait Nabi Muhammad SAW. Islam sendiri lahir dalam banyak konsep dan berbagai bidang ilmu di bidang agama. Masing-masing cabang ilmu ini memiliki dasar masing-masing. Kali ini kita akan membahas Salah satu cabang ilmu yaitu ilmu tasawuf.
Pengertian Singkat Ilmu Tasawuf
Ilmu tasawuf ilmu yang menjelaskan bagaimana tatanan mensucikan jiwa, menjernihkan akhlak, dan menyatu lahir dan batin. Tasawuf dalam penerapannya yaitu selalu menjaga kesuciaan diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana (ikhlas).
Dalam perjalanannya Islam sendiri masuk di Indonesia khususnya tanah Jawa telah terlihat unsur tasawuf yang mewarnai kehidupan keagamaan masyarakat, bahkan hingga sampai saat ini kita masih merasakan tasawuf dan masih melihat menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keagamaan. Seiring berkembangnya zaman, maka bermunculan tokoh-tokoh tasawuf, dari merekalah lahir berbagai pemikiran ajaran tasawuf. Tokoh-tokoh ini tersebar luas di tanah nusantara seperti Hamzah al-Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, Nuruddin ar-Raniry, Abdul Rauf as-Singkil, Abdus Samad al-Palimbani, Muhammad Nawawi al-Bantani, Muhammad Nafis al-Banjari, dan termasuk tokoh tasawuf di Pulau Jawa yaitu Syekh Siti Jenar dan Wali Songo.
Mari kita berfokus pada persebaran paham Tasawuf di Pulau Jawa yaitu Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar yang membahas tentang ajaran makrifatnya. Pengaruh Islam di tanah jawa tidak terlepas dari sejarah bahwa dakwah yang dilakukan oleh Wali Songo, salah satu dari anggota Wali Songo yaitu Sunan Kalijaga dan juga Syekh Siti Jenar. Di Indonesia lebih tepatnya dalam kisah Wali Songo, Sunan Kalijaga yang bersama anggota lainnya mempertahankan posisi ahli sunnah, dan Syekh Siti Jenar yang mempertahankan posisi Fana,
Arti Kata Makrifat
Jika dikaji dari Bahasa Makriffat berasal dari kata Arafa, Yarif, Irif dan Marifa, yang berarti pengetahuan atau pengalaman yang diperoleh dari Laku fisik, batin dan spiritual manusia, yang tujuannya adalah untuk mencapai kedekatan Allah.
Tokoh Tasawuf dan Tahapannya
Dalam tasawuf memiliki empat tahapan untuk mencapai makrifat
- Syariat (segala ketentuan hukum Islam yang ditetapkan oleh Allah untuk para hambanya).
- Tarekat (perjalanan yang menempuh jalan menuju Allah).
- Hakikat (kebenaran).
- Makrifat (pengetahuan atau pengalaman).
Sedangkan pandangan Sunan Kalijaga makrifat terbagi menjadi 6 tahapan, yaitu:
- Memahami hakikat (menyatukan diri dengan Tuhan atau mengenal diri).
- Asal-usul sangkan paran (tujuan hidup manusia).
- Roh Ilafi (roh yang senantiasa pasrah pada Dzat Allah).
- Insān Kāmil adalah manusia yang sempurna.
- Fanā’ dan bāqa. Fanā’ (lenyap atau penghancuran diri)
- Etika hubungan guru dan murid (bersungguh-sungguh dalam berguru seperti bertaat dan setia pada guru).
Tidak ada komentar
Posting Komentar