Kisah Si Kaya dan Si Miskin terdapat pada Surat Al-Qalam, surat ke-68 dalam Al-Quran yang terdiri dari 52 ayat. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekah sebelum hijrah. Surat ini dinamai Al-Qalam yang berarti pena, karena di awal surat Allah bersumpah dengan pena dan apa yang ditulis oleh pena. Surat ini mengandung banyak pelajaran dan hikmah bagi umat manusia, salah satunya adalah kisah pemilik kebun yang disebutkan dalam ayat 17-33.
Pemilik Kebun yang Subur dan Berbuah Lebat
Kisah ini menceritakan tentang sekelompok orang yang memiliki kebun yang subur dan berbuah lebat. Mereka adalah orang-orang yang kaya dan sombong, yang tidak bersyukur atas nikmat Allah dan tidak mau berbagi dengan orang-orang miskin. Mereka bersumpah bahwa mereka akan memetik buah-buahan kebun mereka di pagi hari, tanpa mengucapkan insya Allah, yaitu jika Allah menghendaki. Mereka juga berniat untuk menghalangi orang-orang miskin yang biasa mendapatkan bagian dari kebun mereka.
Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu Allah mengirimkan azab kepada mereka berupa malapetaka yang menghancurkan kebun mereka ketika mereka sedang tidur. Kebun mereka menjadi seperti abu yang hitam dan tidak ada lagi yang tersisa dari buah-buahannya. Ketika mereka bangun di pagi hari, mereka berangkat ke kebun mereka dengan penuh semangat, tetapi ketika mereka melihat keadaan kebun mereka, mereka terkejut dan menyesal. Mereka menyadari bahwa mereka telah berbuat salah dan berdosa, lalu mereka bertaubat kepada Allah dan berharap agar Allah memberikan ganti yang lebih baik dari kebun mereka.
Hikmah Kisah dari Surat Al-Qalam Ayat 17-33
Kisah ini mengajarkan kita beberapa makna dan hikmah, di antaranya adalah:
- Kita harus selalu bersyukur atas nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita, baik itu harta, kesehatan, ilmu, atau lainnya. Kita tidak boleh sombong dan merasa lebih baik dari orang lain, karena semua itu adalah karunia Allah yang bisa diambil kapan saja.
- Kita harus selalu mengucapkan insya Allah dalam segala perkara, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Hanya Allah yang mengetahui segala sesuatu, dan hanya Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Dengan mengucapkan insya Allah, kita menunjukkan rasa tawakkal dan pengakuan bahwa kita hanyalah makhluk yang lemah dan bergantung kepada Allah.
- Kita harus berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan, terutama orang-orang miskin dan fakir. Kita tidak boleh kikir dan bakhil, karena harta yang kita miliki adalah amanah dari Allah yang harus kita kelola dengan baik. Dengan berbagi, kita akan mendapatkan keberkahan dan pahala dari Allah, dan juga rasa bahagia dan damai di hati.
- Kita harus selalu ingat akan azab Allah yang pedih, baik di dunia maupun di akhirat. Kita tidak boleh lalai dan lengah, karena kita tidak tahu kapan ajal akan datang. Kita harus selalu berbuat baik dan menjauhi kejahatan, karena semua perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
- Kita harus selalu bertaubat kepada Allah jika kita melakukan kesalahan dan dosa. Kita tidak boleh putus asa dan berputus harapan dari rahmat Allah, karena Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Kita harus memperbaiki diri kita dan berharap agar Allah memberikan kita hidayah dan maghfirah.
Demikian kami buat tentang Al-Qalam (68:17-33). Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang Al-Quran. Aamiin. .

Tidak ada komentar
Posting Komentar